(Kultum: Ramadhan Akan Selesai, Lalu Bagaimana dengan
Amalan Kita?)
مُقَدِّمَة
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَىٰ أَشْرَفِ
الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ
أَجْمَعِينَ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَىٰ يَوْمِ الدِّينِ، أَمَّا بَعْدُ.
Hadirin jamaah yang dirahmati Allah,
Kita telah berada di penghujung bulan Ramadhan. Bulan penuh
keberkahan ini akan segera meninggalkan kita. Pertanyaannya, apakah amalan yang
telah kita lakukan selama Ramadhan akan terus berlanjut ataukah hanya terhenti
di bulan suci ini?
Tanda Diterimanya Amal Ibadah
Salah satu tanda diterimanya amal ibadah seseorang adalah
jika setelah Ramadhan ia tetap istiqamah dalam kebaikan. Allah ﷻ berfirman
dalam Al-Qur’an:
إِنَّ ٱلَّذِينَ قَالُوا۟ رَبُّنَا ٱللَّهُ ثُمَّ ٱسْتَقَٰمُوا۟
تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا۟ وَلَا تَحْزَنُوا۟ وَأَبْشِرُوا۟
بِٱلْجَنَّةِ ٱلَّتِى كُنتُمْ تُوعَدُونَ
"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: 'Tuhan
kami adalah Allah,' kemudian mereka istiqamah, maka malaikat akan turun kepada
mereka (dengan mengatakan): 'Janganlah kalian takut dan janganlah kalian
bersedih; dan bergembiralah dengan surga yang telah dijanjikan kepada
kalian.'" (QS. Fussilat: 30)
Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa istiqamah dalam
kebaikan adalah kunci untuk mendapatkan rahmat Allah ﷻ.
Menjaga Konsistensi Ibadah Setelah Ramadhan
Rasulullah ﷺ bersabda:
أَحَبُّ ٱلْأَعْمَالِ إِلَى ٱللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
"Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah yang
dilakukan secara terus-menerus walaupun sedikit." (HR. Bukhari dan
Muslim)
Hadis ini mengingatkan kita agar tidak hanya beribadah saat
Ramadhan saja, tetapi tetap melanjutkannya meskipun dalam jumlah yang sedikit.
Beberapa amalan yang bisa kita jaga setelah Ramadhan adalah:
- Menjaga
Shalat Fardhu dan Sunnah
Jika di bulan Ramadhan kita rajin shalat Tarawih dan Witir, maka setelahnya kita bisa menjaga shalat malam atau shalat sunnah rawatib. - Melanjutkan
Puasa Sunnah
Rasulullah ﷺ menganjurkan puasa enam hari di bulan Syawal:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ، ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ،
كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
"Barang siapa berpuasa Ramadhan, kemudian
dilanjutkan dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa
sepanjang tahun." (HR. Muslim)
- Memperbanyak
Sedekah
Jika di bulan Ramadhan kita gemar bersedekah, maka setelahnya kita tetap harus berbagi kepada sesama. - Membaca
dan Mempelajari Al-Qur'an
Jangan sampai Al-Qur’an hanya dibaca saat Ramadhan, tapi setelahnya dibiarkan begitu saja.
Penutup
Hadirin yang dirahmati Allah, mari kita jadikan Ramadhan
sebagai momentum perubahan, bukan hanya sebagai bulan ritual tahunan semata.
Semoga Allah menerima amal ibadah kita di bulan Ramadhan dan memberikan kita
kekuatan untuk tetap istiqamah dalam kebaikan.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ
0Comments